Faktakalbar.id, NASIONAL – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis laporan pemutakhiran data penanganan bencana di sejumlah wilayah Indonesia untuk periode 17 hingga 18 Maret 2026.
Data menunjukkan bahwa bencana hidrometeorologi di daerah masih mendominasi, mulai dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla), cuaca ekstrem, hingga fenomena pergerakan tanah yang merusak permukiman warga.
Baca Juga: BNPB Catat Rentetan Bencana Baru, Waspada Cuaca Ekstrem Jelang Mudik Lebaran 2026
Laporan pertama datang dari Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Peristiwa karhutla melanda Desa Sungai Tiung, Kecamatan Cempaka, pada Selasa (17/3/2026) siang. Area seluas 1,6 hektare dilaporkan terbakar.
Hingga saat ini, BPBD Kota Banjarbaru bersama aparat setempat masih melakukan upaya pemadaman dan pendinginan intensif guna mencegah titik api meluas ke lahan produktif lainnya.
Sementara itu, di Provinsi Jawa Tengah, cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang menerjang Kabupaten Cilacap pada Senin (16/3/2026) sore. Dampak dari insiden ini dirasakan oleh 15 kepala keluarga (KK) di Desa Karangreja, Kecamatan Cimanggu.
Berdasarkan pendataan BPBD Cilacap, sebanyak 15 unit rumah warga mengalami kerusakan dan satu unit fasilitas pendidikan terdampak akibat tertimpa pohon tumbang.
















