Bola  

Buntut Aksi Walk-Out, CAF Cabut Gelar Juara AFCON 2025 Senegal dan Sahkan Maroko

Skuad Timnas Maroko yang kini secara sah ditetapkan sebagai pemenang Piala Afrika menyusul keputusan Dewan Banding CAF terkait aksi protes Senegal.
Skuad Timnas Maroko yang kini secara sah ditetapkan sebagai pemenang Piala Afrika menyusul keputusan Dewan Banding CAF terkait aksi protes Senegal. (Dok. Ist)

“Banding yang diajukan oleh FRMF dinyatakan sah secara formal dan dikabulkan. Keputusan Komite Disiplin CAF dibatalkan,” bunyi keterangan resmi CAF.

Otoritas tertinggi sepak bola Afrika itu juga menilai bahwa perilaku tim nasional Senegal selama pertandingan final telah secara nyata melanggar regulasi dasar turnamen.

“Dewan Banding CAF menilai bahwa tindakan tim Senegal termasuk dalam lingkup Pasal 82 dan 84 Regulasi Piala Afrika.”

Jika melihat rekam jejak pertandingan, Senegal sebelumnya sempat dinobatkan sebagai kampiun setelah gol pemain tengah mereka, Pape Gueye, di babak tambahan waktu memastikan keunggulan 1-0 dalam laga yang berlangsung sangat sengit tersebut.

Namun, pertandingan final itu diwarnai oleh insiden kontroversial yang berujung pada proses disipliner CAF pada 29 Januari 2026. Kontroversi memuncak saat pemain Maroko, Brahim Diaz, dijatuhkan di kotak penalti pada menit-menit akhir pertandingan. Setelah meninjau Video Assistant Referee (VAR), wasit yang memimpin jalannya laga memberikan hadiah penalti kepada tim Maroko.

Keputusan wasit tersebut memicu gelombang protes keras dari bangku cadangan pemain dan ofisial Senegal. Pelatih kepala Senegal, Pape Thiaw, kemudian menginstruksikan seluruh pemainnya untuk meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes. Dengan keluarnya keputusan banding terbaru ini, titel kampiun sepak bola Afrika resmi berpindah ke tangan Maroko, sekaligus mengakhiri polemik panjang yang menyelimuti turnamen tersebut.

(Natash)