Belum Ditemukan, Tim SAR Perluas Radius Pencarian ABK Kapal MV JH 07 yang Terbalik di Sanggau

"Tim SAR Gabungan perluas radius pencarian Yan Zhe, ABK kapal MV JH 07 yang terbalik di Sungai Kapuas Sanggau. Pencarian hari kelima masih nihil."
Tim SAR Gabungan perluas radius pencarian Yan Zhe, ABK kapal MV JH 07 yang terbalik di Sungai Kapuas Sanggau. Pencarian hari kelima masih nihil. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, SANGGAU – Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan operasi pencarian terhadap satu orang Anak Buah Kapal (ABK) berinisial YZ yang dilaporkan hilang setelah kapal MV JH 07 terbalik di perairan Sungai Kapuas.

Insiden kecelakaan air tersebut terjadi di wilayah Desa Sansat, Kecamatan Toba, Kabupaten Sanggau.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Pontianak, I Made Junetra, menjelaskan bahwa memasuki hari kelima operasi pada Selasa (17/3/2026), pencarian dilakukan dengan mengombinasikan dua metode utama di lapangan.

“Tim SAR Gabungan kembali melaksanakan pencarian dengan pola pencarian visual dan penyelaman dengan luas area pencarian radius 3 Nautical Mile (NM) ke arah hilir dari lokasi kejadian kecelakaan (LKK),” ujar I Made Junetra saat dikonfirmasi mengenai perkembangan operasi.

Baca Juga: Sidak SPBU di Sanggau, Wabup Minta Warga Tak Panik dan Berhenti Timbun BBM

Hingga batas waktu pencarian harian pada pukul 17.30 WIB, tim yang terdiri dari berbagai instansi terkait tersebut masih memfokuskan penyisiran untuk menemukan korban yang diketahui bernama Yan Zhe.

Namun, hingga operasi dihentikan sementara pada sore hari, keberadaan korban belum berhasil terdeteksi.

“Pada pukul 17.30 WIB Ops SAR hari kelima terhadap satu orang korban atas nama Yan Zhe dihentikan sementara dengan hasil nihil,” jelasnya.

Meski penyisiran aktif dihentikan sementara karena faktor cahaya dan keamanan, Tim SAR Gabungan tetap menyiagakan personel untuk melakukan pemantauan serta koordinasi intensif di sepanjang aliran Sungai Kapuas.

Rencananya, operasi pencarian akan kembali dibuka pada Rabu (18/3/2026) dengan jangkauan area yang lebih luas guna memaksimalkan upaya penemuan korban.