Waspada Petir dan Angin Kencang, Ini Prakiraan Cuaca Kalbar Hari Ini Selasa 17 Maret 2026

Peta potensi hujan harian di wilayah Provinsi Kalimantan Barat yang dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk periode 17 hingga 23 Maret 2026.
Peta potensi hujan harian di wilayah Provinsi Kalimantan Barat yang dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk periode 17 hingga 23 Maret 2026. (Dok. BMKG Kalbar)

Faktakalbar.id, PONTIANAK – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis prakiraan cuaca Kalbar hari ini, Selasa (17/3/2026).

Berdasarkan rilis data mutakhir dan peta sebaran potensi hujan harian, sebagian besar wilayah Provinsi Kalimantan Barat diprediksi akan diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang berpotensi terjadi pada siang hingga malam hari.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Kalimantan Barat 15 Maret: Waspada Hujan, Angin Kencang, dan Karhutla

Mengacu pada data detail peta prakiraan tersebut, wilayah Kalimantan Barat terbagi dalam dua dominasi intensitas curah hujan. Wilayah yang diprediksi mengalami hujan dengan intensitas sedang tersebar cukup luas.

Daerah tersebut mencakup Kabupaten Bengkayang, Kapuas Hulu, Ketapang, Kubu Raya, Landak, Melawi, Sanggau, Sekadau, hingga Kabupaten Sintang.

Sementara itu, wilayah pesisir dan sekitarnya diprakirakan hanya akan mengalami curah hujan dengan intensitas ringan.

Daerah yang masuk dalam kategori curah hujan ringan ini antara lain Kota Pontianak, Kota Singkawang, Kabupaten Mempawah, Kabupaten Sambas, dan Kabupaten Kayong Utara. Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan diimbau untuk selalu menyiapkan perlengkapan antiair.

Lebih lanjut, menyikapi prakiraan cuaca Kalbar hari ini, BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang menyertai turunnya hujan. Masyarakat diminta untuk ekstra hati-hati terhadap ancaman kilat dan angin kencang yang dapat membahayakan keselamatan jiwa maupun fasilitas umum.

“Waspadai hujan yang terjadi berpotensi disertai petir/kilat serta angin kencang yang berdurasi singkat,” tulis imbauan resmi dari pihak BMKG.

Di samping ancaman cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin, anomali cuaca di wilayah ekuator ini juga memunculkan risiko ganda.