“Ditambah lagi perang Timur Tengah yang mempengaruhi pola pikir masyarakat dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah sehingga menimbulkan panik buying di tengah masyarakat,” jelasnya.
Menanggapi fenomena tersebut, Susana mengaku heran dengan tingginya lonjakan antrean.
Ia menegaskan bahwa sejauh ini sama sekali tidak terjadi kelangkaan pasokan BBM di Kabupaten Sanggau.
Adanya sedikit keterlambatan suplai murni disebabkan oleh perubahan rute moda transportasi distribusi logistik dari pihak penyuplai.
“Distribusi lancar, memang ada sedikit kendala karena jobber Pertamina yang biasa mengirin BBM lewat sungai, sekarang lewat darat sehingga harus antri menunggu giliran. Untuk distribusi justru ditambah sekitar 10 persen jelang Idul Fitri, jadi tidak ada alasan sebenarnya masyarakat panik,” tegasnya.
Mengakhiri agenda sidak SPBU di Sanggau tersebut, Pemerintah Kabupaten Sanggau mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tetap tenang dan membeli bahan bakar sesuai dengan kebutuhan normal harian tanpa perlu menimbun.
“Masyarakat tidak perlu panik tidak usah berpikir macam-macam, apalagi sampai ngantri bawa jerigen, tidak perlu lagi, beli saja BBM secukupnya, jalani saja seperti biasa. Kami pemerintah daerah memastikan BBM untuk wilayah Sanggau aman dan cukup,” pungkasnya.
(*Red)
















