Faktakalbar.id, PONTIANAK – RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak menggelar penyuluhan kesehatan bertema “Komunitas Menjaga Kesehatan Pendengaran Anak” dalam rangka memperingati Hari Pendengaran Sedunia yang dicanangkan WHO setiap 3 Maret, Senin (16/03/2026).
Baca Juga: Wujud Empati Ramadan, TP-PKK Kota Pontianak Bagikan Takjil di RSUD SSMA
Dokter spesialis THT, Eva Nurfarihah, menjelaskan bahwa kasus gangguan pendengaran pada anak-anak saat ini mengalami peningkatan.
Padahal, sebagian besar dari kasus tersebut sebenarnya dapat dicegah sejak dini.
“Penyebab tersering adalah kotoran telinga yang menumpuk, infeksi, dan paparan bising/suara keras,” ujarnya.
Eva memaparkan bahwa kotoran telinga pada anak sering kali menumpuk akibat proses mengunyah yang belum optimal.
Ia mengingatkan para orang tua agar tidak membersihkan telinga anak secara agresif.
“Kotoran telinga umumnya tidak perlu ‘dibersihkan’ secara agresif; proses mengunyah, bicara, menelan membantu mendorong kotoran keluar perlahan,” tutur Eva.
Selain faktor kebersihan, paparan bising dari penggunaan gawai juga menjadi perhatian serius.
Kebiasaan memakai earphone atau bermain gim dengan volume tinggi dapat merusak saraf pendengaran.
Untuk itu, ia menyarankan penerapan rumus “60-60”, yaitu durasi maksimal 60 menit per hari dengan volume maksimal 60 persen.
Guru dan orang tua pun diminta waspada jika menemukan tanda-tanda anak tidak paham saat diberikan penjelasan atau sering menyalakan perangkat elektronik dengan volume sangat keras.
















