3. Popularitas Global yang Terus Meningkat
Novel yang pertama kali rilis pada tahun 2012 ini memang mengalami lonjakan popularitas setelah diadaptasi menjadi serial original Netflix pada 2023 lalu.
Kesuksesan serial tersebut membuka jalan bagi pembaca global, termasuk di Korea Selatan, untuk lebih mendalami latar budaya dan sejarah sosial Indonesia yang tertuang dalam versi naskah aslinya.
4. Promosi Budaya yang Komprehensif
Peluncuran novel ini di Seoul dan Gwangju juga dimanfaatkan oleh KBRI Seoul untuk memperkenalkan kekayaan Nusantara lainnya.
Selain mengadakan diskusi buku atau book talk, pihak penyelenggara juga memperkenalkan kopi Gayo khas Aceh kepada masyarakat Korea Selatan.
Strategi ini bertujuan agar warga Korea Selatan dapat mengenal Indonesia tidak hanya lewat kata-kata, tetapi juga melalui cita rasa kopi terbaik dunia.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Film yang Cocok Ditonton Saat Sedih di Sore Hari untuk Menenangkan Hati
(Mira)
















