Perkuat Diplomasi Budaya, Novel Gadis Kretek Resmi Terbit dalam Bahasa Korea Selatan

"Novel Gadis Kretek karya Ratih Kumala resmi terbit dalam bahasa Korea Selatan sebagai bentuk diplomasi budaya. Simak fakta menarik di balik peluncurannya di Seoul."
Novel Gadis Kretek karya Ratih Kumala resmi terbit dalam bahasa Korea Selatan sebagai bentuk diplomasi budaya. Simak fakta menarik di balik peluncurannya di Seoul. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Karya sastra Indonesia kembali mencatatkan prestasi di kancah internasional. Novel fenomenal Gadis Kretek karya Ratih Kumala kini resmi diterbitkan dalam bahasa Korea Selatan.

Langkah ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat diplomasi budaya serta memperkenalkan nilai-nilai sejarah sosial Indonesia kepada publik di Negeri Ginseng.

Penerbitan ini merupakan bagian dari program Southeast Asian Literature Series yang diinisiasi oleh HansaeYes24 Foundation.

Melalui program tersebut, karya sastra unggulan dari Asia Tenggara dipilih untuk diterjemahkan agar dapat dinikmati oleh pembaca Korea Selatan yang selama ini lebih banyak mengekspor budayanya ke luar negeri.

Baca Juga: Suka Merinding? Ini 5 Hal Menyenangkan yang Kamu Dapatkan dari Nonton Film Horor

Berikut adalah beberapa fakta menarik di balik peluncuran novel Gadis Kretek di Korea Selatan:

1. Jembatan Diplomasi Melalui Sastra

Duta Besar RI untuk Korea Selatan, Cecep Herawan, menegaskan bahwa hubungan kedua negara tidak hanya sebatas kerja sama ekonomi.

Karya sastra dipandang sebagai media yang efektif untuk saling memahami nilai kehidupan.

“Penerbitan Gadis Kretek dalam bahasa Korea bukan sekadar proses penerjemahan sebuah buku. Ini komitmen bersama untuk memperluas pertukaran budaya antara Indonesia dan Korea Selatan,” ungkapnya.

2. Terinspirasi dari Sejarah Keluarga

Penulis Ratih Kumala mengungkapkan bahwa ide cerita novel ini berakar dari sejarah keluarganya sendiri.

Karakter dan alur cerita dalam Gadis Kretek terinspirasi dari kisah kakeknya yang dahulu merupakan seorang pengusaha kretek di sebuah kota kecil di Jawa Tengah.

Ratih berhasil meramu sejarah industri kretek nusantara dengan bumbu fiksi yang emosional.