Jelang Lebaran, Pedagang di Pontianak Mulai Kebanjiran Pesanan Mukena

"Pedagang di Pontianak mulai beralih fokus menjual mukena menjelang Lebaran 2026. Simak tren model, harga, dan alasan warga lebih pilih belanja offline."
Pedagang di Pontianak mulai beralih fokus menjual mukena menjelang Lebaran 2026. Simak tren model, harga, dan alasan warga lebih pilih belanja offline. (Dok. Mira/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, PONTIANAK – Memasuki pertengahan Ramadan 1447 Hijriah, geliat belanja perlengkapan ibadah di Kota Pontianak mulai menunjukkan peningkatan.

Sejumlah pedagang di pusat perbelanjaan, seperti di Ayani Megamall, mulai beralih fokus dengan menambah stok mukena guna memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri.

Ati, seorang karyawan di lapak Nindia Collection, mengungkapkan bahwa strategi pengalihan jenis barang dagangan ini rutin dilakukan setiap tahun.

Pada hari biasa, lapaknya lebih banyak menyediakan mainan dan pajangan bunga, namun saat Ramadan, porsi penjualan mukena menjadi prioritas utama.

Baca Juga: Loket Perumda Tirta Khatulistiwa Pontianak Tutup 18-25 Maret, Pelanggan Diimbau Bayar Online

“Mungkin lah sama, kebetulan kalau bulan puasa ini mukena sama bunga pajangan anggrek. Kalau hari biasa kita jual mainan sama pajangan bunga anggrek, tapi kalau bulan puasa kita tambah mukena, mainannya di stop,” kata Ati saat diwawancarai pada Senin (16/3/2026).

Menurut Ati, lonjakan pembeli biasanya mulai terasa signifikan setelah melewati minggu pertama Ramadan. Masyarakat mulai ramai berdatangan untuk mencari model terbaru maupun sekadar melihat-lihat kualitas bahan.

“Kalau awal-awal buka bulan puasa ini kan masih belum ya, tapi kalau sudah seminggunya mulai ramai orang mencari mukenanya. Ini kan sebentar lagi dekat lebaran, nah sudah mulai banyak yang melihat-lihat mukena ke toko,” ujar Ati.

Terkait tren pasar, mukena bermotif dengan bahan yang sejuk saat dikenakan salat menjadi produk yang paling banyak diburu.

Harga yang ditawarkan pun bervariasi, mulai dari mukena travel seharga 165 ribu hingga kategori premium yang mencapai 400 ribu.

Meski persaingan dengan platform belanja daring semakin ketat, Ati menilai interaksi langsung di toko fisik masih memiliki daya tarik tersendiri bagi konsumen yang mengutamakan tekstur bahan.

“Memang sih, orang banyak memilih belanja online karena lebih murah dan praktis, tapi masih ada juga yang lebih suka belanja langsung melihat barangnya seperti apa dan bahannya cocok atau tidak,” tambahnya.

Salah satu pembeli, Putri, mengakui bahwa dirinya lebih mantap membeli mukena secara langsung demi memastikan kualitas barang yang akan digunakan saat hari raya nanti.