“Denim adalah kain tebal (tidak seperti kaos biasa), jadi Anda bisa memakainya lebih sering sebelum mencucinya. Kami merekomendasikan untuk mencuci setelah sekitar 10 kali pemakaian, atau kapan pun jeans berbau apek atau tidak sedap. Jika tidak dicuci, hilangkan bau dengan linen spray atau penyegar kain,” kata Gwen Whiting, seperti dikutip dari Real Simple.
Pandangan serupa juga disampaikan oleh Gladys K. Connelly, seorang mantan petugas kebersihan rumah profesional yang kini aktif sebagai narablog penataan rumah. Ia menyarankan siklus pencucian yang lebih berjarak untuk menjaga serat kain.
“Anda sebaiknya mencuci celana jeans setiap enam minggu,” ujar Gladys K. Connelly.
Lebih lanjut, Connelly juga menyarankan setiap orang untuk lebih mengenali kondisi kimiawi tubuh dan aroma masing-masing. Sebagai alternatif cepat untuk menyegarkan kembali pakaian tanpa harus dicuci dengan air, ia membagikan sebuah trik praktis.
“Jika kimia tubuh Anda membuat celana jeans bau setelah dua hari, lipat dan masukkan ke dalam freezer semalaman,” katanya, memberi tips tambahan.
Sementara itu, ketika tiba saatnya untuk membersihkan pakaian tersebut, Lindsey Boyd, yang juga pendiri The Laundress, membagikan cara mencuci celana jeans yang direkomendasikan. Ia merekomendasikan agar pengguna selalu membalik bagian dalam celana jeans ke arah luar. Proses pencucian wajib menggunakan air dingin yang dipadukan dengan deterjen berkualitas tinggi. Langkah preventif ini dinilai sangat efektif untuk mencegah warna celana menjadi pudar serta menghindari kain menjadi kaku setelah proses penjemuran selesai.
(*Red)










