“Laba-laba dan serangga adalah fondasi bagi kesehatan planet. Mereka membantu penyerbukan bunga, mengendalikan hama secara biologis, dan menjadi indikator kualitas air serta udara,” tegas Laura Figueroa menjelaskan hasil riset terbarunya.
Meski memiliki peran sangat vital, nasib laba-laba justru berada di ujung tanduk. Tim riset meneliti hampir 100.000 spesies serangga dan laba-laba di Amerika Utara.
Peneliti menemukan fakta bahwa 88,5 persen spesies tersebut sama sekali tidak mendapat status perlindungan konservasi.
Pemerintah dan lembaga konservasi selama ini menerapkan standar ganda. Mereka lebih memprioritaskan perlindungan pada serangga berpenampilan cantik seperti kupu-kupu atau capung.
Sementara itu, kelompok laba-laba terus mengalami pengabaian secara sistematis.
Peneliti juga menemukan korelasi erat antara kerusakan lingkungan dan industri ekstraktif.
Baca Juga: Bukan Sekadar Hobi, Ini 6 Fakta Unik Kepribadian Pencinta Binatang yang Jarang Disadari
Daerah atau negara bagian yang sangat bergantung pada sektor pertambangan dan migas terbukti memberikan perlindungan paling minim bagi kelompok serangga ini.
Para ahli kini mendesak dunia segera membentuk koalisi gabungan skala besar. Ilmuwan, organisasi nirlaba, dan masyarakat umum harus bersatu melindungi laba-laba.
Mereka berharap dunia bisa mereplikasi kesuksesan program perlindungan burung demi menyelamatkan fondasi kesehatan planet ini.
(*Sr)










