Insan Perhubungan Peduli Kasih Bagikan 1.287 Paket Beras untuk Pekerja Transportasi

Deretan penambang sampan dan pekerja transportasi di Pontianak menerima paket beras bantuan dari Insan Perhubungan Peduli Kasih. (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Deretan penambang sampan dan pekerja transportasi di Pontianak menerima paket beras bantuan dari Insan Perhubungan Peduli Kasih. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, PONTIANAK – Isak tangis bahagia menyertai Deris Landuk saat menerima paket bantuan beras dalam agenda Insan Perhubungan Peduli Kasih.

Baca Juga: Jaga Kualitas Beton, Dishub Ketapang Tutup Sementara Ruas Jalan Pelang-Kepuluk

Penambang sampan berusia 70 tahun ini menjadi satu dari 1.287 orang yang menerima manfaat dalam kegiatan yang dipusatkan di Taman Alun Kapuas, Selasa (17/03/2026).

Kegiatan ini menyasar para pejuang transportasi mulai dari penambang sampan, sopir opelet, pengemudi becak, hingga mitra ojek online.

Sebanyak 6.435 kilogram atau sekitar 6,4 ton beras disalurkan sebagai bentuk empati dan soliditas para pengusaha di bidang transportasi menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan apresiasi tinggi kepada para pelaku usaha transportasi yang telah menginisiasi kegiatan tersebut.

Menurutnya, bulan Ramadan merupakan momentum yang tepat untuk mempererat silaturahmi melalui aksi kepedulian sosial.

“Bulan Ramadan ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus bentuk kepedulian dari para pelaku usaha transportasi. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut dan lebih baik ke depannya,” ujar Edi.

Selain berbagi bantuan, Edi juga memaparkan kondisi transportasi kota yang kian padat seiring jumlah penduduk yang mendekati 700 ribu jiwa.

Ia sekaligus menginformasikan rencana pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Terpadu (SPALD-T) dalam beberapa tahun ke depan yang akan berdampak pada arus lalu lintas.

Baca Juga: Jelang Lebaran, Pedagang di Pontianak Mulai Kebanjiran Pesanan Mukena

Proyek strategis nasional tersebut akan melibatkan penanaman jaringan pipa di sejumlah ruas jalan utama.

Edi meminta para pelaku transportasi untuk bersiap menghadapi potensi penyempitan jalan sementara akibat pengerjaan proyek tersebut demi kualitas lingkungan kota yang lebih baik.