“Perseroan terus menyempurnakan kapabilitas pengamanan layanan digital agar tetap adaptif terhadap dinamika ancaman. Penguatan pengamanan dilakukan secara berkelanjutan untuk melindungi data serta akses transaksi nasabah. Keamanan dan kenyamanan nasabah menjadi perhatian yang dijalankan secara konsisten,” ujar Saladin.
Saladin juga meminta nasabah mengenali indikasi ancaman sejak awal. Nasabah harus mengabaikan pesan bernada mendesak atau tawaran hadiah palsu.
Bank menyarankan pengguna segera mengaktifkan fitur keamanan tambahan pada aplikasi perbankan mereka.
Baca Juga: KPK Bongkar Modus Manipulasi Cukai Rokok
Korban yang terlanjur mengunduh aplikasi bodong wajib mengambil langkah darurat. Nasabah harus segera mematikan koneksi internet pada ponsel mereka.
Setelah itu, korban perlu menghapus aplikasi dan mengubah kata sandi secepat mungkin. Bank juga menyarankan korban melakukan pengaturan ulang pabrik dan menghubungi kontak resmi bank.
(*Sr)










