Tragis! Tersangkut Kayu di Dasar Sungai, Pria 42 Tahun Tewas Tenggelam di Sanggau

Proses evakuasi terhadap jenazah pria yang ditemukan meninggal dunia di dasar sungai akibat insiden saat mencari ikan.
Proses evakuasi terhadap jenazah pria yang ditemukan meninggal dunia di dasar sungai akibat insiden saat mencari ikan. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, SANGGAU – Seorang pria berinisial YA (42) ditemukan meninggal dunia akibat tewas tenggelam di Sanggau, tepatnya di dasar aliran Sungai Pemontas Makam, Dusun Tanjung Pura, Desa Semayang, Kecamatan Kembayan, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, pada Minggu (15/3/2026).

Korban dipastikan meninggal dunia akibat tenggelam saat melakukan aktivitas menyelam untuk mencari ikan pada malam sebelumnya.

Baca Juga: Kapal MV JH 7 Tenggelam di Sungai Tayan, Kodaeral XII Bantu Operasi SAR

Kapolsek Kembayan, Iptu Hudson Siahaan, menjelaskan bahwa kronologi insiden ini bermula ketika korban pergi menyelam bersama keponakannya, Eduardus Oktavio.

Keduanya berangkat mencari ikan di aliran sungai yang berjarak sekitar 1,5 kilometer dari lokasi permukiman warga pada Sabtu (14/3/2026) sekitar pukul 20.10 WIB malam.

“Korban dan saksi melakukan aktivitas menyelam untuk mencari ikan dengan durasi sekitar satu setengah jam. Saat menyelam, posisi keduanya tidak berada di titik yang sama dan berjarak sekitar 30 meter,” kata Hudson dalam keterangannya, Senin (16/3/2026).

Memasuki pukul 23.00 WIB, saksi Eduardus memanggil korban berulang kali namun tidak mendapatkan jawaban. Saksi kemudian mencoba mencari keberadaan pamannya di sekitar lokasi awal penyelaman, tetapi tidak membuahkan hasil.

Menyadari situasi darurat, pada Minggu dini hari sekitar pukul 01.30 WIB, Eduardus bergegas meninggalkan lokasi untuk memberitahukan kepada pihak keluarga bahwa korban tidak lagi berada bersamanya.

Merespons laporan tersebut, pihak keluarga dan kerabat langsung menginisiasi operasi pencarian pada Minggu pagi sekitar pukul 06.00 WIB. Pencarian korban tewas tenggelam di Sanggau ini dibagi menjadi dua kelompok fokus, yakni tim yang menyisir area pesisir dan tim yang menyusuri langsung aliran sungai.

Sekitar 30 menit pascapencarian dimulai, keponakan korban lainnya, Fransiskus Jem, berhasil menemukan tubuh YA. Menggunakan alat selam sederhana berupa senter dan kaca selam, ia mendapati pamannya berada di dasar sungai dalam kondisi telungkup dan sudah tidak bergerak.