Faktakalbar.id, NDUGA – Prajurit TNI dari Satuan Tugas (Satgas) Batalyon Komando 466 Pasukan Khas (Pasgat) memperketat pengamanan penerbangan perintis di Nduga, Provinsi Papua Pegunungan.
Langkah pengawalan taktis ini difokuskan di area Lapangan Terbang (Lapter) Distrik Kenyam guna memastikan kelancaran serta keamanan distribusi pasokan logistik dan kebutuhan pokok bagi masyarakat yang bermukim di wilayah pedalaman.
Peningkatan sistem pengamanan fasilitas udara ini diambil sebagai langkah antisipatif yang krusial. Pasalnya, jalur transportasi udara di wilayah pegunungan tersebut merupakan urat nadi utama sekaligus satu-satunya akses pendistribusian yang paling memungkinkan untuk menyalurkan kargo logistik menuju daerah-daerah yang selama ini terisolir oleh kondisi geografis yang ekstrem.
Dalam pelaksanaannya di lapangan, setiap aktivitas bongkar muat kargo dari kabin pesawat perintis berbadan kecil selalu didampingi dan diawasi secara ketat oleh barisan personel keamanan bersenjata.
Armada angkut udara tersebut tampak silih berganti lepas landas dan mendarat di landasan pacu Lapter Kenyam, membawa muatan vital berupa sembako, obat-obatan, serta berbagai macam barang kebutuhan sehari-hari milik warga sipil setempat.
Kehadiran personel Satgas Yon Parako 466 di area apron atau landasan parkir pesawat bertujuan utama untuk mencegah segala bentuk potensi gangguan.
Ancaman keamanan tersebut sewaktu-waktu dapat muncul dari kelompok tidak bertanggung jawab yang kerap bermanuver mengganggu stabilitas wilayah.
Pengawalan ketat ini mutlak diperlukan sebagai bentuk jaminan keselamatan bagi para pilot, seluruh kru maskapai, hingga masyarakat sipil yang beraktivitas di sekitar bandara.
















