Kapal MV JH 7 Tenggelam di Sungai Tayan, Kodaeral XII Bantu Operasi SAR

Personel TNI AL Kodaeral XII menggunakan kapal motor cepat melakukan penyisiran di Sungai Kapuas Sanggau untuk mencari korban kapal tenggelam. (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Personel TNI AL Kodaeral XII menggunakan kapal motor cepat melakukan penyisiran di Sungai Kapuas Sanggau untuk mencari korban kapal tenggelam. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, SANGGAU – Unsur TNI Angkatan Laut dari Kodaeral XII turut memperkuat operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban tenggelamnya Motor Vessel (MV) JH 7 di perairan Sungai Kapuas, wilayah Sungai Tayan, Desa Kampung Baru, Kecamatan Toba, Kabupaten Sanggau, Sabtu (14/3/2026).

Baca Juga: Tingkatkan Kesejahteraan Prajurit, Dankodaeral XII Awali Pembangunan Rumdis Lanal Kumai

Kapal yang digunakan untuk aktivitas penyedotan dan pengangkutan material pasir pembangunan smelter milik Westefield Alumina Indonesia tersebut dilaporkan tenggelam pada Jumat dini hari.

Insiden diduga bermula saat kapal mengalami kemiringan sebelum akhirnya terbalik di tengah sungai.

Berdasarkan data di lapangan, dari total 17 awak kapal, sebanyak 14 orang berhasil menyelamatkan diri menggunakan sekoci serta bantuan kapal tug boat yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Namun, tiga orang lainnya dilaporkan hilang saat peristiwa maut tersebut terjadi.

Pada pelaksanaan operasi SAR hari kedua ini, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas Pontianak, TNI, Polri, serta masyarakat setempat berhasil menemukan dua korban.

Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan segera dievakuasi ke Puskesmas Tayan untuk penanganan lebih lanjut.

Hingga saat ini, tim gabungan masih terus melakukan penyisiran di area perairan tersebut guna mencari satu korban lainnya yang masih dinyatakan hilang.

Baca Juga: Bantu Ringankan Beban Prajurit dan Warga, Kodaeral XII Gelar Bazar Ramadhan TNI

Keterlibatan aktif Kodaeral XII dalam operasi ini merupakan wujud nyata kesiapsiagaan TNI Angkatan Laut dalam menangani keadaan darurat di wilayah perairan.

Hal ini juga menjadi bagian dari upaya memastikan keselamatan masyarakat maritim tetap menjadi prioritas utama di wilayah Kalimantan Barat.

(FR)