“Jadi yang pertama yaitu terlihat jelas dari warnanya itu bisa kita bedakan mana yang asli dan mana yang palsu,” jelasnya mengenai salah satu cara membedakan uang asli dan palsu.
Kewaspadaan tinggi sangat penting untuk mencegah kerugian finansial akibat peredaran uang palsu, terutama dalam transaksi sehari-hari di area perbatasan.
Baca Juga: Bank Kalbar Perkuat Kolaborasi dengan Pemerintah dan Kepala Desa di Sungai Raya
“Intinya masyarakat harus lebih hati-hati terkait dengan beredarnya uang palsu dan kita harus lebih teliti,” ucap Tulus.
Selain edukasi mengenai metode 3D, Bank Kalbar juga mengimbau masyarakat untuk lebih mengoptimalkan transaksi digital sebagai alternatif pembayaran.
Hal ini disarankan sebagai salah satu cara paling efektif untuk sepenuhnya meminimalkan risiko mendapatkan uang kertas palsu.
(FR)
















