Israel Gempur Permukiman Kristen di Beirut, Ancam Lebanon Bakal Dijadikan Seperti Gaza

Warga memeriksa puing bangunan di pinggiran Beirut pasca serangan udara Israel yang menyasar wilayah permukiman sipil. (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Warga memeriksa puing bangunan di pinggiran Beirut pasca serangan udara Israel yang menyasar wilayah permukiman sipil. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

“Mengingat keberhasilan besar di Gaza, realitas baru kini tiba di Lebanon,” demikian petikan isi selebaran tersebut.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, secara terbuka memperingatkan bahwa Lebanon akan menanggung biaya kerusakan infrastruktur yang semakin besar selama Hizbullah belum melucuti senjatanya.

Di sisi lain, pemimpin Hizbullah Naim Qassem menegaskan kelompoknya siap menghadapi konflik berkepanjangan dan menolak tunduk pada intimidasi tersebut.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Lebanon, sedikitnya 773 orang telah tewas sejak eskalasi dimulai pada awal Maret. PBB mencatat sekitar 800 ribu orang kini telah mengungsi.

Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menyerukan komunitas internasional untuk segera bertindak mencegah bencana kemanusiaan yang lebih besar dengan mencari dana darurat sebesar 308 juta dolar AS.

Hingga saat ini, situasi di perbatasan utara tetap memanas.

Pasca penambahan kekuatan militer Israel di perbatasan, Hizbullah dilaporkan membalas dengan meluncurkan sekitar 200 roket ke wilayah komunitas Israel di bagian utara.

(FR)