Tekno  

Jutaan HP Android Bermesin MediaTek Rawan Dibobol Peretas

Ilustrasi - Laporan riset Donjon menemukan celah keamanan perangkat keras pada ponsel pintar Android bermesin MediaTek. Peretas mencuri data pribadi melalui sambungan kabel. (Dok. Ist)
Ilustrasi - Laporan riset Donjon menemukan celah keamanan perangkat keras pada ponsel pintar Android bermesin MediaTek. Peretas mencuri data pribadi melalui sambunga

Faktakalbar.id, TECHNOLOGY – Pengguna ponsel pintar Android perlu mewaspadai ancaman keamanan siber yang menyasar perangkat keras gawai.

Laporan riset keamanan dari Donjon, divisi riset perusahaan perangkat keras keamanan Ledger, menemukan celah keamanan fatal pada sistem cip buatan MediaTek.

Temuan dari laporan insiden keamanan bernomor 2026-20435 tersebut menunjukkan bahwa satu dari empat ponsel Android di seluruh dunia memiliki risiko kebobolan dalam hitungan menit.

Baca Juga: Laporan Anthropic: Hacker Diduga China Gunakan AI Claude, Otomatisasi Serangan Siber 90%

Kelemahan sistem ini terletak pada area isolasi cip utama yang bernama Trusted Execution Environment.

Area tersebut berfungsi menyimpan informasi rahasia milik pengguna seperti pindaian sidik jari, data kredensial pembayaran, hingga kata sandi dompet kripto.

Produsen cip MediaTek mendistribusikan komponen ini ke berbagai merek ponsel populer di pasaran. Penggunaan komponen yang masif ini memperluas skala ancaman keamanan bagi masyarakat.

Eksploitasi Melalui Sambungan Kabel

Peretas mengeksploitasi celah keamanan ini melalui metode serangan fisik yang memakan waktu sangat singkat.

Pelaku kejahatan menghubungkan ponsel pintar korban ke perangkat komputer menggunakan sambungan kabel data.

Sistem milik peretas membobol kode keamanan atau sandi perangkat secara paksa dalam waktu kurang dari satu menit. Pelaku mengekstrak seluruh data sensitif yang tersimpan di dalam area isolasi tersebut.

Tim riset Donjon menemukan kelemahan tingkat perangkat keras ini setelah melakukan serangkaian pengujian.

Chris Guillemet dari perusahaan Ledger menjelaskan bahwa kerentanan sistem ini bersembunyi sangat lama tanpa terdeteksi oleh publik.