Hari Kedua Ops Ketupat Kapuas 2026, Polda Kalbar Atensi Potensi Kejahatan Daring dan Hoaks Jelang Lebaran

"Memasuki hari kedua Operasi Ketupat Kapuas 2026, Polda Kalbar perketat pengamanan mudik dan mulai mengatensi potensi kejahatan daring serta hoaks Lebaran."
Memasuki hari kedua Operasi Ketupat Kapuas 2026, Polda Kalbar perketat pengamanan mudik dan mulai mengatensi potensi kejahatan daring serta hoaks Lebaran. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, PONTIANAK – Memasuki hari kedua Operasi Ketupat Kapuas 2026, Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Polda Kalbar) memperketat pengamanan dan pengawasan situasi keamanan menjelang Idulfitri 1447 H.

Fokus pengamanan tidak hanya menyasar kesiapan fisik di lapangan, namun juga mulai mengatensi potensi kejahatan dunia maya dan penyebaran informasi palsu (hoaks).

Langkah koordinasi ini diperkuat melalui apel pagi di Lapangan Jananuraga Polda Kalbar, Sabtu (14/3/2026).

Pihak kepolisian menekankan pentingnya sinergi antar-satgas untuk memastikan kelancaran arus mudik di wilayah Kalimantan Barat.

Baca Juga: Peringati Hari Al-Quds, Massa WAZIB Gelar Aksi Damai di Bundaran Digulis Pontianak

Kasubsatgas Humas Ops Ketupat Kapuas 2026, AKBP Prinanto, menegaskan bahwa seluruh personel diinstruksikan untuk menanggalkan ego sektoral demi pelayanan masyarakat.

“Dalam pelaksanaan tugas, seluruh personel harus menyamakan persepsi. Jangan ada ego sektoral, kita bekerja sebagai satu kesatuan tim untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat,” ujar Prinanto.

Ia menambahkan bahwa tujuan utama operasi ini adalah memberikan jaminan keamanan bagi para pemudik.

“Tujuan utama kita adalah memastikan ‘Mudik Aman Keluarga Bahagia’ benar-benar dirasakan oleh masyarakat Kalimantan Barat,” ungkapnya.

Selain pengamanan jalur mudik, Polda Kalbar menyoroti tren peningkatan kejahatan daring dan penyebaran berita bohong yang kerap memanfaatkan momentum Lebaran untuk memicu keresahan.