Bukan Sekadar Diam, Ini Panduan Praktis Melaksanakan Iktikaf

Ilustrasi - Umat Islam wajib memahami panduan dasar iktikaf mulai dari pengertian, sejarah, waktu pelaksanaan, hingga ragam kegiatan ibadah selama berada di masjid. (Dok. Ist)
Ilustrasi - Umat Islam wajib memahami panduan dasar iktikaf mulai dari pengertian, sejarah, waktu pelaksanaan, hingga ragam kegiatan ibadah selama berada di masjid. (Dok. Ist)

Waktu Pelaksanaan Iktikaf yang Tepat

Agama Islam memberikan keleluasaan mengenai batas waktu pelaksanaan ibadah ini. Umat Islam memprioritaskan sepuluh hari terakhir Ramadan sebagai waktu paling utama untuk beriktikaf.

Karena saat ini bulan puasa sudah memasuki hitungan hari-hari terakhir, jemaah berlomba-lomba memenuhi masjid. Jemaah biasanya memulai iktikaf sebelum matahari tenggelam pada malam ganjil.

Para pekerja juga memiliki fleksibilitas mengatur waktu, misalnya melaksanakan iktikaf dari waktu Isya hingga menjelang waktu Subuh tiba.

Baca Juga: Belajar di Masjid Terapung: Siswa TK Sukadana Praktik Shalat Dhuha dan Maknai Isra Mi’raj

Jemaah yang melaksanakan iktikaf mengisi waktu dengan berbagai amal saleh. Jemaah mempraktikkan berbagai kegiatan utama selama berdiam diri di masjid, seperti menunaikan salat sunah tahajud, witir, dan tasbih.

Jemaah juga membaca dan merenungkan makna ayat-ayat suci Al-Qur’an secara tartil. Selain itu, orang yang beriktikaf memperbanyak zikir untuk mengingat kebesaran pencipta, memanjatkan doa memohon ampunan, serta melakukan evaluasi diri terhadap perbuatan masa lalu.

(*Sr)