Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Mengingat saat ini kita sudah melewati pertengahan bulan puasa dan memasuki hari-hari pemungkas Ramadan, umat Islam semakin meningkatkan intensitas ibadah.
Fase akhir ini menjadi momen krusial bagi jemaah untuk menghidupkan malam di masjid demi meraih keutamaan malam kemuliaan. Umat Islam wajib memahami panduan dasar iktikaf agar pelaksanaan ibadah berjalan optimal.
Pemahaman yang tepat mengenai pengertian, sejarah, batas waktu, dan aktivitas iktikaf membantu jemaah meraih manfaat spiritual secara maksimal tanpa kebingungan.
Baca Juga: Sahur Gratis Saat I’tikaf di Masjid Mujahidin Pontianakh
Kata iktikaf memiliki makna menetap atau menahan diri pada suatu tempat.
Dalam konteks agama, umat Islam mendefinisikan iktikaf sebagai kegiatan berdiam diri di dalam masjid dengan niat murni untuk beribadah. Praktik ini mengharuskan seseorang melepaskan diri dari segala urusan duniawi untuk sementara waktu guna memusatkan pikiran dan hati kepada pencipta.
Sejarah Panjang Perintah Iktikaf
Sejarah mencatat praktik menyendiri untuk beribadah sudah berlangsung jauh sebelum ajaran Islam turun kepada Muhammad.
Al-Qur’an merekam jejak sejarah ini melalui kisah Ibrahim dan Ismail. Pencipta alam semesta memerintahkan Ibrahim dan Ismail untuk membersihkan bangunan Kakbah bagi orang-orang yang melaksanakan tawaf, iktikaf, rukuk, dan sujud.
Fakta sejarah ini membuktikan bahwa tradisi iktikaf sudah mengakar sejak masa peradaban awal jazirah Arab.
Muhammad kemudian meneruskan dan menyempurnakan tradisi ibadah ini. Setelah peristiwa hijrah ke Madinah, Muhammad merutinkan ibadah iktikaf di masjid setiap memasuki fase akhir bulan Ramadan.
Muhammad menjaga rutinitas ibadah ini secara konsisten hingga akhir hayatnya. Setelah itu, istri-istri dan para sahabat meneruskan tradisi tersebut sehingga praktik iktikaf terus lestari dan menyebar ke seluruh penjuru dunia Islam.










