4. Bentuk Cinta yang Tidak Egois
Meskipun penuh dengan kesedihan, ada terselip doa dan harapan baik untuk orang yang dirindukan tersebut.
Makna manis di baliknya adalah tentang mencintai dengan tulus; bahwa meskipun ia terluka karena ditinggalkan, ia tetap berharap orang tersebut berada dalam kondisi baik di luar sana.
5. Proses Berdamai dengan Rasa Sakit
Lagu ini seolah menjadi medium bagi Nadin (dan pendengar) untuk memvalidasi rasa sakit.
“Mendarah” mengajarkan bahwa tidak apa-apa untuk merasa hancur dan merindu.
Dengan mengakui rasa sakit tersebut sebagai sesuatu yang “mendarah”, seseorang sebenarnya sedang dalam proses untuk pelan-pelan berdamai dengan keadaan.
Baca Juga: “Siapa yang Mau Sama Aku?”: Suara Hati Sartika ‘Pangku’ dalam ‘Rayuan Perempuan Gila’
(Mira)
















