“Insiden ini tidak disebabkan oleh tembakan musuh maupun tembakan dari pihak sendiri,” bunyi pernyataan resmi CENTCOM sebagaimana dikutip dari Al Jazeera.
Berdasarkan data pelacakan penerbangan yang dilansir Times of Israel, pesawat tersebut sempat mengirimkan kode “squawk” 7700, yang merupakan sinyal darurat internasional bagi penerbangan.
Hingga berita ini diturunkan, status para awak pesawat masih belum diketahui secara pasti.
Pesawat KC-135 Stratotanker sendiri merupakan tulang punggung logistik udara AS yang telah beroperasi selama enam dekade.
Baca Juga: Kapal Selam AS Torpedo Kapal Iran di Sri Lanka, 80 Pelaut Tewas
Biasanya, pesawat ini diawaki oleh tiga personel yang terdiri dari pilot, kopilot, dan operator boom pengisi bahan bakar.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth telah memberikan peringatan mengenai potensi meningkatnya korban dari pihak Amerika seiring berlanjutnya konfrontasi dengan Iran.
Pihak berwenang saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti jatuhnya pesawat tersebut.
(FR)
















