Nyepi hingga Idulfitri Berdekatan, Menag Titip Pesan Damai di Perayaan Hari Besar Keagamaan

Menag Nasaruddin Umar menyebut salat yang khusyuk melahirkan perilaku menjaga alam. Ia meminta umat Islam berhenti merusak lingkungan. (Dok. Ist)
Menag Nasaruddin Umar. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, NASIONAL – Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, secara resmi mengajak seluruh tokoh lintas agama untuk memperkuat pesan damai, persaudaraan, dan kerukunan di tengah masyarakat.

Seruan ini disampaikan menyusul momentum perayaan hari besar keagamaan pada tahun 2026 yang berlangsung secara berdekatan, bahkan bersamaan, yakni Hari Raya Nyepi, Idulfitri 1447 Hijriah, dan Paskah.

Baca Juga: Menag Serukan Pertobatan Ekologis di Peringatan Isra Mikraj

Dalam keterangannya di Jakarta pada Kamis (12/3/2026), Menag Nasaruddin Umar menekankan bahwa fenomena berdekatannya tiga perayaan hari besar keagamaan tersebut harus dimanfaatkan sebagai ruang bersama.

Momentum ini dinilai sangat strategis untuk memperkuat dan memperkokoh nilai-nilai persaudaraan serta harmoni di tengah kemajemukan masyarakat komunal Indonesia.

“Para tokoh agama memiliki peran penting dalam menjaga harmoni dan damai di tengah masyarakat. Momentum hari-hari besar keagamaan ini harus menjadi penguat persaudaraan, bukan sebaliknya,” ujar Menag Nasaruddin Umar.

Lebih lanjut, Nasaruddin menjelaskan bahwa setiap peringatan keagamaan pada dasarnya senantiasa membawa nilai universal yang bermuara pada pendorongan tata kehidupan sosial yang jauh lebih baik. Ia merinci, perayaan Nyepi mengajarkan umat tentang pentingnya refleksi dan pengendalian diri.

Sementara itu, perayaan Idulfitri secara tegas membawa esensi nilai saling memaafkan dan mempererat tali silaturahmi persaudaraan. Di sisi lain, perayaan Paskah hadir dengan membawa pesan moral mengenai harapan dan kasih sayang antarmanusia.