Faktakalbar.id, PONTIANAK – Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Kalimantan Barat menggelar agenda “Galeri Investasi Gathering Kalimantan Barat Tahun 2026” di Neo Hotel Pontianak, Kamis (12/3/2026).
Acara yang dibalut dengan momen buka puasa bersama ini menjadi ajang edukasi pentingnya perencanaan keuangan yang bijak di tengah gempuran gaya hidup konsumtif.
Gathering ini mempertemukan pengurus dari 31 Galeri Investasi (GI) yang tersebar di wilayah Kalimantan Barat.
Sebanyak 98 peserta yang terdiri dari pimpinan galeri, Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM), serta perwakilan institusi dari Pontianak, Singkawang, hingga Kubu Raya tampak antusias mengikuti jalannya acara.
Baca Juga: BEI Dorong Bank Kalbar Melantai di Bursa, Potensi Imbal Hasil 14 Persen Jadi Daya Tarik Investor
Waspada Investasi Bodong dan Fenomena “BPJS”
Pejabat Harian (P.H.) Kepala Kantor Perwakilan BEI Kalimantan Barat, Ardhy Anto, menegaskan bahwa fokus utama kegiatan ini adalah memperkuat kesadaran finansial (financial awareness) masyarakat.
Hal ini krusial untuk membentengi warga dari berbagai risiko keuangan ilegal.
“Prioritas utama dari penyelenggaraan acara ini adalah memperkuat kesadaran finansial masyarakat Kalimantan Barat. Kami ingin memberikan pemahaman agar masyarakat terhindar dari jerat investasi bodong, pinjaman online (pinjol) ilegal, serta praktik judi online,” papar Ardhy Anto.
Ardhy juga menyoroti fenomena gaya hidup “BPJS” atau Budget Pas-pasan Jiwa Sosialita yang sering kali membebani finansial pribadi.
Menurutnya, pengamanan aset harus menjadi prioritas agar masyarakat tidak terjebak dalam perilaku konsumtif yang merusak masa depan.
Optimalisasi Fitur IDX Mobile
Sebagai solusi digital, BEI Kalbar secara masif mengampanyekan penggunaan super app IDX Mobile.
Aplikasi ini dirancang untuk menyediakan informasi pasar modal yang komprehensif, real-time, dan valid langsung dari server bursa.
















