Kemenko Polkam Perkuat Tata Kelola Keamanan Hayati Melalui Rakor Konvensi Senjata Biologi

Asisten Deputi Kerja Sama Multilateral Kemenko Polkam Adi Winarso saat membuka Rakor Tata Kelola Konvensi Senjata Biologi di Bogor. (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Asisten Deputi Kerja Sama Multilateral Kemenko Polkam Adi Winarso saat membuka Rakor Tata Kelola Konvensi Senjata Biologi di Bogor. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

“Dari kedua rangkaian sebelumnya, kita sampai pada satu kesimpulan penting: Indonesia perlu melakukan akselerasi dalam pemenuhan kewajiban internasionalnya,” tambahnya.

Mekanisme koordinasi tersebut nantinya akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur pertahanan, kesehatan, pertanian, hingga riset dan industri.

Baca Juga: Kemhan Pilih Skema Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi untuk Perkuat TNI AL

Hal ini dilakukan untuk menghadapi ancaman biologi yang kian kompleks.

“Rakor hari ini bertujuan untuk menghimpun masukan dari Bapak dan Ibu sekalian, baik dari perspektif kebijakan luar negeri, teknis kesehatan, intelijen keamanan, hingga praktisi biorisk. Hasil dari diskusi kita hari ini akan kami jadikan dasar untuk menyusun Rekomendasi Kebijakan Menko Polkam kepada kementerian dan lembaga terkait,” jelas Adi.

Pemerintah Indonesia memandang CBM sebagai instrumen transparansi internasional yang vital guna membangun kepercayaan antarnegara pihak.

Dalam kegiatan ini, dilakukan pula simulasi Tabletop Exercise untuk mengidentifikasi tantangan dalam pengumpulan data teknis serta koordinasi administratif agar penyusunan laporan CBM dapat dilakukan secara tepat waktu dan akurat.

(FR)