Kemenko Polkam Perkuat Tata Kelola Keamanan Hayati Melalui Rakor Konvensi Senjata Biologi

Asisten Deputi Kerja Sama Multilateral Kemenko Polkam Adi Winarso saat membuka Rakor Tata Kelola Konvensi Senjata Biologi di Bogor. (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Asisten Deputi Kerja Sama Multilateral Kemenko Polkam Adi Winarso saat membuka Rakor Tata Kelola Konvensi Senjata Biologi di Bogor. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, BOGOR – Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) melalui Kedeputian Bidang Koordinasi Politik Luar Negeri menggelar Rapat Koordinasi Tata Kelola dan Pelaporan Confidence Building Measures (CBM) Konvensi Senjata Biologi (BWC) Indonesia di Bogor, Jawa Barat, Kamis (12/03/2026).

Baca Juga: Menko Polkam Pimpin Apel Antisipasi Karhutla Riau di Pekanbaru

Kegiatan ini bertujuan memastikan Indonesia memiliki sistem pertahanan dan tata kelola keamanan hayati yang mandiri.

Pertemuan ini merupakan langkah konkret untuk mengakselerasi pemenuhan kewajiban internasional Indonesia dalam norma keamanan global.

“Kita ingin memastikan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi pengikut dalam norma internasional, tetapi memiliki sistem pertahanan dan tata kelola keamanan hayati yang mandiri dan disegani,” ungkap Asisten Deputi Kerja Sama Multilateral Kemenko Polkam Adi Winarso saat membuka acara.

Adi menjelaskan bahwa rakor ini menjadi tindak lanjut strategis dari rangkaian kegiatan pada Februari lalu.

Dari hasil evaluasi, Indonesia dinilai perlu melakukan akselerasi karena saat ini baru memiliki National Contact Point (NCP), sementara dinamika ancaman biologi menuntut mekanisme koordinasi nasional yang lebih kokoh dan integratif.