Faktakalbar.id, GAYO LUES – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) secara resmi memindahkan 38 Kepala Keluarga (KK) penyintas bencana dari tenda ke fasilitas Balai Latihan Kerja (BLK) milik Pemerintah Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, pada Rabu (11/3/2026).
Pemindahan ini dilakukan sebagai langkah taktis pemerintah untuk memastikan para korban bencana mendapatkan tempat berlindung yang lebih layak.
Baca Juga: Kepala BNPB Pastikan Korban Bencana Tempati Huntara di Gayo Lues Sebelum Lebaran
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, turun langsung meninjau lokasi penempatan pengungsi Gayo Lues di fasilitas BLK tersebut pada Kamis (12/3/2026).
Sebanyak 38 KK yang dipindahkan ini tercatat sebagai kelompok penghuni terakhir yang sebelumnya masih bertahan di tenda pengungsian darurat. Seluruh penyintas tersebut merupakan warga yang berasal dari Desa Pepelah, Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues.
Pemindahan puluhan keluarga ini merupakan wujud upaya kolaboratif antara BNPB dan Pemerintah Kabupaten Gayo Lues.
Pemerintah daerah menyiapkan fasilitas BLK sebagai lokasi pengungsian transisi, sembari menunggu proses pembangunan fisik hunian sementara (huntara) rampung dikerjakan oleh pihak terkait.
Dengan memindahkan warga ke bangunan BLK yang memiliki fasilitas lebih memadai, BNPB menaruh harapan agar para penyintas bencana dapat merayakan momentum hari raya Idulfitri dengan kondisi yang lebih baik dan nyaman dibandingkan saat mereka harus berada di dalam tenda darurat.
Selama warga menetap di fasilitas pemerintah daerah tersebut, BNPB menjamin dukungan penuh terhadap pemenuhan kebutuhan dasar sehari-hari.
Dukungan yang dijamin oleh pemerintah mencakup ketersediaan suplai air bersih serta pemenuhan kebutuhan makan dan minum bagi seluruh pengungsi Gayo Lues.
Saat berada di BLK, Kepala BNPB yang didampingi secara langsung oleh Bupati Gayo Lues, Suhaidi, turut menyerahkan bantuan logistik berupa bahan pokok pangan serta kelengkapan bantuan non-pangan kepada para warga terdampak.
















