“Pertumbuhan ekonomi ini sangat penting karena berkaitan dengan pembukaan lapangan pekerjaan. Semakin tinggi pertumbuhan ekonomi maka semakin besar pula peluang kerja yang bisa tercipta,” jelasnya.
Mengingat Pontianak tidak memiliki sektor tambang maupun perkebunan besar, Edi menegaskan bahwa sektor jasa merupakan tulang punggung ekonomi yang harus terus diperkuat.
Pemerintah kota berkomitmen mendorong investasi di bidang pendidikan, kesehatan, perdagangan, hingga kuliner seperti kafe dan restoran.
Meski demikian, Edi mengingatkan perlunya kewaspadaan terhadap hambatan distribusi logistik dan konflik geopolitik global yang dapat memengaruhi kemampuan fiskal daerah.
Salah satunya adalah kendala distribusi barang dari pelabuhan utama yang berimbas pada rantai pasokan di daerah.
“Pontianak adalah kota jasa. Karena itu kita harus mendorong investasi di sektor jasa yang mampu menyerap tenaga kerja dan meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat,” pungkasnya.
(FR)
















