Seminggu Jelang Lebaran, Pedagang Pakaian Offline di Pontianak Keluhkan Gempuran Toko Online

"Pedagang baju di kawasan Kota Baru Pontianak mengeluhkan sepinya pembeli menjelang Idul Fitri 2026. Penurunan omzet ini diduga akibat gempuran toko online dan ekonomi yang lesu. "
Pedagang baju di kawasan Kota Baru Pontianak mengeluhkan sepinya pembeli menjelang Idul Fitri 2026. Penurunan omzet ini diduga akibat gempuran toko online dan ekonomi yang lesu. (Dok. Mira/Faktakalbar.id)

“Udah ada pembeli cuma kurang dari tahun sebelumnya, bisa diliat dari jalanan sepi biasanya seminggu mau lebaran dah ramai ini masih sepi,” tuturnya.

Joko kini hanya bisa berharap agar dagangannya bisa laris manis pada akhir pekan ini yang diprediksi menjadi puncak arus belanja.

“Paling puncaknya nanti Sabtu Minggu besok, harusnya tahun lalu dah ramai sekarang kek biasa belum ada peningkatan yang signifikan begitu,” katanya.

Merosotnya pendapatan ini membuat para pedagang ritel menaruh harapan adanya perhatian khusus dan regulasi dari pemangku kebijakan.

“Saya berharap pemerintah bisa memikirkan kami yang jualan offline, untuk online gimana caranya biar ga terlalu anjlok betul,” harap Joko.

Lebih lanjut, ia membeberkan bahwa kondisi persaingan harga ini memaksa pedagang mengambil barang dari luar daerah demi menekan modal.

“Kami sebenarnya ga pengen belanja ke Jakarta belanja di sini biar grosirnya maju cuma karna persaingan di online murah kek ya udah mau gamau harus keluar Pontianak, jadi maksud kami biar sama sama ngebantu,” pungkasnya.

Baca Juga: Jelang Idul Fitri, Polda Kalbar Matangkan Pengamanan Lewat Operasi Ketupat Kapuas 2026

(Mira)