Seminggu Jelang Lebaran, Pedagang Pakaian Offline di Pontianak Keluhkan Gempuran Toko Online

"Pedagang baju di kawasan Kota Baru Pontianak mengeluhkan sepinya pembeli menjelang Idul Fitri 2026. Penurunan omzet ini diduga akibat gempuran toko online dan ekonomi yang lesu. "
Pedagang baju di kawasan Kota Baru Pontianak mengeluhkan sepinya pembeli menjelang Idul Fitri 2026. Penurunan omzet ini diduga akibat gempuran toko online dan ekonomi yang lesu. (Dok. Mira/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, PONTIANAK – Momen Hari Raya Idul Fitri biasanya menjadi masa panen yang sangat dinanti bagi para pedagang pakaian.

Namun, kondisi berbeda justru dirasakan oleh sejumlah pedagang busana offline di Kota Pontianak pada tahun ini.

Tingkat antusiasme dan daya beli masyarakat yang berbelanja langsung ke toko fisik dirasakan menurun secara signifikan.

Hal ini diungkapkan oleh Joko, seorang pemilik toko pakaian di kawasan Kota Baru yang sudah delapan tahun berjualan.

Baca Juga: Pertegas Program Daerah, Pemda Kalbar Gandeng Distributor Jaga Stabilitas Pasokan Pangan Jelang Idul Fitri

Di tokonya, ia menyediakan berbagai macam kebutuhan sandang untuk menyambut hari raya.

“Pakaian anak, dewasa, kaos kaki, bayi juga ada,” sebut Joko saat menceritakan barang dagangannya.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, ia mengaku tidak melihat adanya lonjakan pembeli pada momen menjelang Lebaran kali ini.

“Tahun ini penurunan bukan peningkatan tahun ini, lebih ramai tahun lalu,” ungkapnya.

Menurunnya omzet tersebut diduga kuat dipengaruhi oleh maraknya tren belanja digital serta kondisi daya beli yang sedang melemah.

“Tahun ini kalau sekarang kemungkinan dari online online itu yah dan mungkin dari ekonomi juga agak kurang,” jelasnya.

Persaingan harga yang tajam di dunia maya diakui membuat para pedagang fisik merasa sangat terpuruk.

“Sangat berdampak (penjualan online bagi pedagang offline) sementara ini belum kepikiran buat toko online-nya tapi liat tahun depan kalau diperlukan kemungkinan buat,” tambah Joko.

Ia lantas membandingkan suasana jalanan di kawasan perbelanjaan yang biasanya sudah padat merayap pada seminggu sebelum hari H.