“Kita punya geothermal yang sangat besar, kalau tidak salah kedua cadangan terbesar di dunia, yang belum dieksploitasi sepenuhnya,” ucapnya.
Langkah konkret menuju swasembada energi juga diwujudkan melalui akselerasi pengembangan energi terbarukan berbasis tenaga surya. Prabowo menyatakan telah menginstruksikan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) secara masif dengan target kapasitas mencapai 100 gigawatt, yang harus diselesaikan dalam kurun waktu sesingkat mungkin.
“Dalam waktu yang sesingkat-singkatnya kita akan membangun 100 gigawatt. Itu sudah perintah saya, itu sudah keputusan saya, dan kita akan buktikan kepada dunia bahwa kita lebih cepat dan efektif dalam hal ini,” tegasnya.
Lebih lanjut, Presiden menilai bahwa rentetan krisis yang melanda dunia saat ini dapat bertransformasi menjadi pendorong kuat bagi Indonesia untuk merealisasikan berbagai rencana besar negara.
“Saya yakin dan percaya bangsa Indonesia diberi kekayaan alam yang luar biasa dan kita mampu keluar dari krisis ini. Kita akan keluar dari krisis ini semakin kuat. Krisis ini menurut saya adalah suatu blessing in disguise. Memang penuh kesulitan, memang penuh tantangan. Tapi memaksa kita mempercepat niat-niat baik,” ujar Prabowo.
“Kita sudah punya rencana swasembada pangan, alhamdulillah sudah tercapai sebagian. Kita sudah punya niat swasembada energi yang rencana kita yakin kita akan tercapai dalam empat tahun lagi,” imbuhnya.
(*Red)
















