Apresiasi Dedikasi, Pemkot Pontianak Salurkan Bantuan Biaya Operasional untuk Seribu Guru Ngaji

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyerahkan bantuan biaya operasional sebesar Rp2,8 juta secara simbolis kepada Satuki, seorang guru ngaji tradisional berusia 80 tahun. (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyerahkan bantuan biaya operasional sebesar Rp2,8 juta secara simbolis kepada Satuki, seorang guru ngaji tradisional berusia 80 tahun. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, PONTIANAKPemerintah Kota (Pemkot) Pontianak menyalurkan bantuan biaya operasional kepada 1.006 guru ngaji tradisional sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian mereka dalam membentuk karakter religius generasi muda.

Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan di Aula Rumah Dinas Wali Kota, Kamis (12/3/2026).

Baca Juga: Sektor Jasa Jadi Tulang Punggung, Wali Kota Pontianak Susun RKPD 2026–2027

Tahun ini, masing-masing guru ngaji tradisional menerima bantuan sebesar Rp2,8 juta.

Selain guru ngaji, perhatian serupa juga diberikan kepada para petugas Fardhu Kifayah di Kota Pontianak sebagai bagian dari program penguatan kesejahteraan pelayan umat.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menegaskan bahwa peran guru ngaji tradisional sangat vital, terutama dalam menjaga keimanan dan akhlak anak-anak di tengah tantangan era digital yang semakin besar.

Guru ngaji dinilai tidak hanya mengajarkan cara membaca Alquran, tetapi juga menanamkan tata cara ibadah dan nilai-nilai kehidupan sehari-hari.

“Semoga ini dapat menjadi penyemangat bagi para Guru Ngaji Tradisional dalam mengajarkan masyarakat, khususnya anak-anak dalam membaca Alquran. Peran mereka sangat penting untuk meningkatkan keimanan anak-anak kita,” ujar Edi.

Edi juga berharap melalui bimbingan para guru ngaji ini, anak-anak di Kota Pontianak dapat tumbuh menjadi pribadi yang memiliki akhlakul karimah atau budi pekerti yang baik.

Rasa haru dan syukur terpancar dari wajah Satuki, salah satu penerima manfaat.

Guru ngaji tradisional berusia 80 tahun ini telah mendedikasikan hidupnya selama 45 tahun untuk mengajar Alquran.

Sejak tahun 1980, ia memulai dakwahnya dari rumah hingga akhirnya memiliki surau kecil di Gang Haji Ashari, Pontianak Timur, yang kini menampung 60 murid.

Baca Juga: Edi Kamtono Pastikan Stok BBM Pontianak Aman Jelang Idulfitri