Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Pendakwah Ustaz Adi Hidayat memberikan penjelasan rinci mengenai pentingnya ibadah iktikaf pada 10 hari terakhir bulan suci Ramadan.
Ia menegaskan bahwa ibadah ini bukan sekadar anjuran, melainkan praktik yang dicontohkan secara langsung oleh Nabi Muhammad SAW sebagai sarana untuk meningkatkan fokus spiritual menjelang berakhirnya Ramadan.
Baca Juga: 7 Amalan Sunnah di Hari Jumat: Meningkatkan Keberkahan dan Ketaqwaan
“Sesungguhnya sesuatu yang rutin dikerjakan Nabi, tidak hanya beliau anjurkan, tapi juga beliau praktikkan. Salah satunya di bulan Ramadan adalah kegiatan iktikaf,” ujarnya mengutip tayangan ceramah di saluran YouTube @AdiHidayatOfficial pada Rabu (11/3/2026).
Dalam penjelasannya, Adi Hidayat menjabarkan dua alasan utama mengapa ibadah ini ditekankan pada fase penutup Ramadan. Alasan pertama berkaitan erat dengan kecenderungan masyarakat yang kerap menggeser fokus dari kegiatan ibadah ke urusan duniawi, seperti mempersiapkan agenda mudik Lebaran.
“Nabi mencontohkan mengencangkan ikat pinggangnya untuk mulai mengalahkan keinginan dunia. Sepuluh hari ini fokus dulu sampai benar-benar merasa punya Allah,” kata Adi Hidayat.
Adapun alasan kedua, iktikaf menjadi arena latihan spiritual yang ideal karena kondisi keimanan umat Islam umumnya sedang berada pada titik terkuat. Momentum 10 hari terakhir ini dinilai sangat tepat untuk memperkuat kedekatan dengan Sang Pencipta.
Terkait pelaksanaan di lapangan, terdapat sejumlah amalan iktikaf yang sangat dianjurkan saat berdiam diri di masjid. Ia menyebutkan bahwa memperbanyak ibadah salat adalah prioritas utama untuk membangun koneksi vertikal.
“Salat itu dari kata silah, artinya tersambung atau terkoneksi. Jadi saat iktikaf, amalan pertama yang diperbanyak adalah salat,” ujarnya.
Selain memperbanyak intensitas salat sunah, ia juga menganjurkan agar jemaah memperpanjang waktu sujud. Momen tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk berdoa dan mencurahkan berbagai persoalan kepada Allah. Adi Hidayat turut mengingatkan pentingnya menyusun program ibadah yang terstruktur dan membatasi aktivitas yang dapat merusak kekhusyukan, seperti penggunaan telepon genggam.
Baca Juga: Umat Muslim Lantunkan Doa Ini Saat Lailatul Qadar
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Islam memberikan kemudahan dalam pelaksanaannya. Umat Islam dapat melakukan iktikaf secara penuh pada siang dan malam hari, atau mengambil sebagian waktu saja bagi pekerja.
















