“Mereka tidak memiliki tanah lagi sehingga Pemerintah Kabupaten Gayo Lues berusaha untuk mencari tempat untuk relokasi terpusat,” ujar Suharyanto.
Merespons kendala tersebut, pemerintah daerah menyatakan bahwa sebagian besar lahan yang saat ini dimanfaatkan sebagai huntara direncanakan akan dialihkan statusnya menjadi lokasi Hunian Tetap (Huntap).
Kebijakan relokasi terpusat ini diambil menyusul keterbatasan lahan kosong yang masuk dalam kategori aman di wilayah tersebut.
“Nanti teknisnya adalah mungkin setelah program huntap ini, paling tidak setelah awal April ini masuk rehabilitasi rekonstruksi. Kita akan mulai pembangunan huntap. Khusus di Gayo Lues ini agak berbeda dengan daerah lain,” imbuh Kepala BNPB yang dalam kunjungannya turut didampingi oleh Bupati Gayo Lues.
Menutup agenda tinjauannya, Letjen TNI Suharyanto mendistribusikan sejumlah paket logistik kepada warga penghuni huntara di Gayo Lues. Bantuan yang disalurkan mencakup bahan pokok makanan dan perlengkapan alat tulis bagi anak-anak.
BNPB juga menyerahkan bantuan non-pangan esensial berupa kasur, kompor, kipas angin, dan matras guna menunjang keberlangsungan hidup warga sebelum dana jaminan hidup dari kementerian terkait resmi dicairkan.
(*Red)
















