Hujan Deras dan Tanggul Jebol Picu Bencana Banjir di Jawa Barat

BPBD Kabupaten Bogor melakukan pembersihan material lumpur yang tertahan di rumah warga pascabanjir di Kecamatan Sukaraja pada Selasa (10/3). Sumber foto: BPBD Kabupaten Bogor.
BPBD Kabupaten Bogor melakukan pembersihan material lumpur yang tertahan di rumah warga pascabanjir di Kecamatan Sukaraja pada Selasa (10/3). (Dok. BPBD Kabupaten Bogor)

Faktakalbar.id, NASIONAL – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa rentetan kejadian bencana banjir di Jawa Barat mendominasi catatan kebencanaan nasional pada rentang waktu Rabu (11/3/2026) hingga Kamis (12/3/2026).

Peristiwa hidrometeorologi basah tersebut melanda sejumlah wilayah di Kota Bogor, Kabupaten Bogor, hingga Kabupaten Bandung akibat curah hujan dengan intensitas tinggi yang memicu luapan debit sungai.

Baca Juga: Rentetan Cuaca Ekstrem Terjang Indonesia, BNPB Catat Banjir hingga Karhutla

Berdasarkan data pemutakhiran BNPB per Kamis (12/3/2026) pukul 07.00 WIB, wilayah pertama yang terdampak adalah Kota Bogor.

Hujan deras yang mengguyur pada Selasa (10/3/2026) pukul 15.30 WIB mengakibatkan genangan banjir di Kecamatan Bogor Timur, Bogor Utara, dan Bogor Selatan. Peristiwa ini merendam sedikitnya 15 unit rumah warga, namun kondisi terkini di lapangan dilaporkan telah berangsur surut.

Hampir bersamaan dengan kejadian tersebut, bencana banjir di Jawa Barat juga menerjang kawasan Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor.

Tingginya curah hujan membuat aliran Sungai Ciherang meluap dan tidak mampu menampung debit air. Akibatnya, 15 unit rumah warga terdampak genangan. Beruntung, insiden di lokasi ini tidak berlangsung lama dan air lekas surut kembali ke Kali Ciherang.

Banjir susulan kembali melanda wilayah Kabupaten Bogor pada Rabu (11/3/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.

Luapan debit air dari Sungai Tamu dan Sungai Cijantung menggenangi kawasan Kecamatan Cibinong pascahujan deras. Sama seperti kejadian sebelumnya, banjir cepat surut seiring dengan berhentinya hujan di lokasi tersebut.

Guna mempercepat proses penanganan darurat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor dan Kabupaten Bogor langsung menerjunkan tim kaji cepat ke lokasi.

Petugas mengerahkan sejumlah mesin pompa untuk menyedot genangan air di permukiman warga. Selain itu, jajaran BPBD bersama masyarakat bahu-membahu membersihkan sisa material lumpur dan tumpukan sampah yang terbawa oleh arus banjir.

Sementara itu, kejadian cuaca ekstrem juga melanda Kabupaten Bandung. Angin kencang menerjang wilayah Kecamatan Arjasari dan Ibun pada Selasa (10/3/2026) sore, mengakibatkan 15 unit rumah mengalami kerusakan pada bagian atap.

Baca Juga: Laporan Bencana BNPB: Puting Beliung Landa Tapin, 61 KK Terdampak Banjir di Malang

Petugas BPBD Kabupaten Bandung langsung terjun ke lokasi terdampak guna memberikan penanganan dan penyaluran bantuan kepada para korban.

Masih di wilayah Kabupaten Bandung, hujan deras berdurasi panjang menyebabkan debit air Sungai Cisunggalah meningkat drastis dan mengakibatkan tanggul penahan jebol. Insiden ini merendam sekitar 174 unit rumah warga, khususnya di kawasan Kecamatan Majalaya dan Solokan Jeruk. Laporan sementara menyebutkan satu unit rumah mengalami rusak berat, sementara tiga orang warga menderita luka berat.

Kondisi terkini di Kabupaten Bandung menunjukkan bahwa genangan air telah surut. Akses jalan utama yang sebelumnya terputus atau terganggu kini sudah dapat dilalui kembali oleh masyarakat.

Di sisi lain, para korban yang mengalami luka berat telah dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis di fasilitas kesehatan setempat.

Menyikapi rentetan kejadian tersebut, pihak BNPB mengeluarkan imbauan resmi terkait langkah antisipasi bencana kepada seluruh elemen pemerintah daerah dan masyarakat luas.