Faktakalbar.id, PONTIANAK – Momen Idul Fitri merupakan momen yang sangat dinanti bagi masyarakat yang merayakannya.
Membeli baju, makanan, maupun hal lainnya sudah dipersiapkan bahkan dari jauh-jauh hari.
Kondisi di lapangan menunjukkan dinamika tersendiri terkait minat belanja masyarakat Pontianak untuk busana Idul Fitri.
Hal ini diungkapkan langsung oleh Upik (52), seorang penjual di gerai baju musiman kawasan Jalan Kota Baru Pontianak.
Baca Juga: Seminggu Jelang Lebaran, Pedagang Pakaian Offline di Pontianak Keluhkan Gempuran Toko Online
Saat ditemui pada Kamis (12/3/2026) pagi, Upik membagikan pengalamannya berjualan di momen bulan suci ini.
“Bulan puasa dibuka gerainya, saat ini belum ramai sih, kakak sih kalau di sini hanya satu bulan ya bulan puasa. Mungkin satu Minggu jelang lebaran baru ramai,” ungkap Upik.
Untuk membuka usahanya selama sebulan penuh, ia harus merogoh kocek sebagai modal penyewaan tempat. Namun, ia merasa biaya tersebut masih sangat terjangkau dan sepadan.
“1,5 juta untuk sewa lokasi gerai beserta listrik kalau tendanya saya punya sendiri, jujur Alhamdulillah ga ngerasa rugi sih, ga kemahalan juga menurut saya,” jelasnya.
Barang dagangan yang ia jual dipasok langsung dari luar daerah dengan harga jual yang cukup bervariasi. Lapaknya beroperasi melayani pembeli sejak pagi hari hingga menjelang tengah malam.
“Jakarta (distribusinya) dari pagi jam 9 sampai malam jam 11, harga baju standar sih dari sekitar di atas 100 ribu sampai 200 an,” bebernya.
Meski menyadari kondisi pasar saat ini belum mencapai puncaknya, Upik tetap bersyukur melihat respons pembeli. Ia melihat masyarakat mulai menunjukkan ketertarikan untuk mencari pakaian baru.













