“Korban kemudian mencoba mendorong bagian hidrolik menggunakan sepotong kayu agar bak kendaraan bisa kembali ke posisi semula,” jelas Triyono.
Tindakan tersebut berujung maut ketika bak yang sebelumnya terangkat tiba-tiba anjlok dengan cepat dan langsung menjepit tubuh korban ke bagian kabin. Benturan benda berat tersebut mengakibatkan luka parah di area kepala yang menyebabkan korban meninggal dunia seketika di lokasi kejadian, sebelum sempat mendapatkan pertolongan medis.
Pihak kepolisian langsung merespons laporan warga dengan menerjunkan tim untuk mengamankan lokasi dan melakukan olah TKP secara menyeluruh. Berdasarkan pengumpulan barang bukti dan pencatatan keterangan dari sejumlah saksi mata, aparat menyimpulkan bahwa insiden ini murni merupakan kelalaian dan kecelakaan kerja.
“Peristiwa ini diduga merupakan kecelakaan kerja. Petugas telah melakukan olah TKP serta mengumpulkan keterangan sejumlah saksi untuk memastikan rangkaian kejadian,” kata Triyono.
Berkaca dari tragedi tersebut, AKP Triyono secara khusus memberikan imbauan keras kepada seluruh elemen pekerja lapangan, terutama bagi mereka yang mengoperasikan armada angkutan dengan sistem kerja hidrolik. Ia meminta agar para pekerja selalu mematuhi standar keselamatan kerja yang berlaku dan wajib memastikan kondisi mesin kendaraan dalam keadaan mati dan terkunci aman sebelum berupaya melakukan perbaikan atau pengecekan ruang mekanis di bagian bawah bak.
(*Red)
















