“Model kami jelas menunjukkan Bumi tepat berada dalam rentang ini. Jika kita memiliki sedikit lebih banyak atau sedikit lebih sedikit oksigen selama pembentukan inti, tidak akan ada cukup fosfor atau nitrogen untuk perkembangan kehidupan,” tambahnya.
Fokus Pencarian Tata Surya Baru
Volume ketersediaan oksigen selama masa pembentukan planet sangat bergantung pada karakteristik bahan kimia penyusun bintang induknya.
Planet dan bintang selalu membagikan material kimia yang sama saat melakukan pembentukan fisik awal secara bersamaan.
Baca Juga: Dikira Planet, Objek Ini Ternyata Lubang Hitam
Kondisi ini menuntut para astronom mengubah strategi mereka dalam mencari planet baru yang berpotensi memiliki kehidupan.
“Hal ini membuat pencarian kehidupan di planet lain menjadi jauh lebih spesifik. Kita harus mencari sistem tata surya dengan bintang yang menyerupai Matahari kita sendiri,” pungkas peneliti itu.
(*Sr)










