Faktrakalbar.id, KUBU RAYA – Akademisi Universitas Muhammadiyah Pontianak, Immada Ichsani, mengevaluasi pelaksanaan program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Kabupaten Kubu Raya.
Tentara Nasional Indonesia (TNI) bersama pemerintah daerah dan masyarakat menjalankan program TMMD ini sebagai operasi kerja sama lintas sektoral.
Tujuan utama program tersebut yakni mempercepat pembangunan fasilitas umum di wilayah pedesaan, khususnya membuka akses infrastruktur jalan bagi daerah yang terisolasi.
Baca Juga: Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto Perintahkan Siaga 1 Seluruh Satuan
Immada menyampaikan hasil kajiannya terkait pembangunan jalan Desa Sui Bulan pada Rabu (11/3/2026). Ia menyebut program lintas sektoral ini sangat efektif mengatasi masalah keterisolasian wilayah desa di Kabupaten Kubu Raya.
“Secara konseptual, program TMMD merupakan bentuk sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan desa. Di banyak tempat program ini terbukti efektif membuka keterisolasian wilayah,” ujarnya.
Catatan Keterlambatan Infrastruktur
Penelitian tersebut mencatat beberapa temuan lapangan yang perlu mendapat perhatian serius. Tim peneliti menemukan keterlambatan penyelesaian pekerjaan infrastruktur jalan di beberapa lokasi.
Kondisi cuaca, kendala teknis lapangan, serta proses administratif sangat mempengaruhi kelancaran proyek pembangunan jalan desa tersebut.
Immada juga menyoroti dinamika skema penganggaran program TMMD ini. Pemerintah daerah sering kali baru melakukan penyesuaian dukungan pembiayaan saat pelaksanaan kegiatan sedang berlangsung.
Pemerintah daerah tidak menetapkan anggaran tersebut secara penuh sejak tahap awal perencanaan. Kondisi ini secara langsung mempengaruhi efektivitas perencanaan program di lapangan.
















