Faktakalbar.id, MAGELANG – Bencana alam dengan tingkat kerusakan parah akibat banjir lahar di Magelang dilaporkan memporak-porandakan sejumlah wilayah Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah, pada hari Selasa (3/3/2026).
Bencana hidrometeorologi yang merenggut nyawa manusia ini dipicu oleh intensitas hujan berskala sedang hingga lebat yang mengguyur dataran tinggi setempat.
Baca Juga: Laporan Bencana BNPB: Puting Beliung Landa Tapin, 61 KK Terdampak Banjir di Malang
Kondisi cuaca tersebut mengakibatkan peningkatan drastis pada volume debit air di Sungai Kepil dan secara langsung memicu pergerakan material banjir lahar hujan di lintasan Sungai Senowo.
Dampak destruktif dan sebaran luapan air akibat terjangan banjir lahar di Magelang ini merendam kawasan yang dihuni warga di enam desa berbeda.
Keenam desa yang bernasib nahas tersebut tersebar secara geografis di tiga kecamatan, yaitu wilayah Kecamatan Dukun, Kecamatan Sawang, dan Kecamatan Mungkid.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah secara resmi mengonfirmasi timbulnya korban manusia akibat amukan alam dalam insiden ini.
Berdasarkan rilis laporan kedaruratan, tercatat satu orang warga meninggal dunia, enam orang lainnya menderita luka ringan, serta terdapat empat orang korban yang dinyatakan hilang akibat hanyut terbawa kuatnya arus banjir.
Selain menjatuhkan banyak korban jiwa dan luka pada warga setempat, bencana lahar ini juga mengakibatkan taksiran kerugian materiel yang sangat besar di seluruh area terdampak.
Bukti visual dan asesmen lapangan mencatat bahwa satu unit armada truk dilaporkan hanyut digulung arus, satu fasilitas jembatan penyeberangan warga putus total, sementara tiga unit struktur jembatan lainnya mengalami tingkat kerusakan yang bervariasi.











