Ketapang  

Nyaris Ambruk! Jembatan Tanjung Pasar Ketapang Rusak Parah Tapi Terus Dilintasi Truk

Kondisi struktur papan lantai dan tiang penyangga Jembatan Tanjung Pasar Ketapang yang hancur parah dan sangat membahayakan keselamatan para pengguna jalan.
Kondisi struktur papan lantai dan tiang penyangga Jembatan Tanjung Pasar Ketapang yang hancur parah dan sangat membahayakan keselamatan para pengguna jalan. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, KETAPANG – Kondisi fisik Jembatan Tanjung Pasar Ketapang di Kabupaten Ketapang, saat ini berada dalam keadaan rusak parah dan sangat memprihatinkan.

Walaupun material kayu penyangga dan lantai jembatan sudah hancur, akses infrastruktur penyeberangan tersebut masih nekat dilintasi oleh kendaraan angkutan bermuatan berat hingga mengancam keselamatan para pengguna jalan.

Baca Juga: Motor Terperosok di Jembatan Rusak, Kapolsek Simpang Hilir Turun Tangan Bantu Warga

Berdasarkan dokumentasi visual di lapangan, tingkat kerusakan jembatan kayu yang terletak di area jalur tanah merah tersebut tergolong sangat ekstrem dan berisiko tinggi memicu kecelakaan.

Tampak lubang menganga berukuran besar di bagian tengah jembatan akibat papan kayu yang menjadi lantai landasan telah jebol dan patah.

Sejumlah balok tiang penyangga jembatan juga terlihat lapuk, terangkat miring, dan terlepas dari konstruksi utamanya. Kondisi tersebut membuat keseluruhan struktur jembatan menjadi sangat rapuh dan tidak stabil jika harus menahan beban di atas batas kewajaran.

Ironisnya, di tengah kondisi infrastruktur yang nyaris ambruk total tersebut, sejumlah kendaraan darat dengan bobot angkut di luar kapasitas daya tampung masih secara leluasa melintas tanpa pengawasan. Masyarakat setempat secara spesifik menyoroti dan mengeluhkan aktivitas operasional kendaraan logistik dari perusahaan swasta.

Diketahui secara pasti, mobil angkutan barang berupa truk roda enam yang memuat logistik pupuk milik PT SKM masih terus menggunakan akses jalan rapuh tersebut. Padahal, spesifikasi dan material Jembatan Tanjung Pasar Ketapang yang murni hanya terbuat dari susunan kayu tebang tersebut sama sekali bukan diperuntukkan bagi lintas kendaraan berat dengan tonase besar layaknya truk roda enam.

Aktivitas truk bermuatan pupuk yang mengabaikan daya tahan jembatan tersebut tentu saja menuai keresahan mendalam di kalangan warga sekitar karena dinilai semakin mempercepat proses kerusakan dan berpotensi tinggi memicu kecelakaan fatal.

Apabila jembatan penghubung ini sampai ambruk atau terputus total akibat tekanan beban operasional kendaraan berat, mobilitas warga setempat yang sangat mengandalkan jalur tersebut untuk aktivitas harian dipastikan akan terhambat dan mengalami kelumpuhan.