TNI Amankan 11 Bandara Perintis di Papua Pasca-Gangguan KKB

Pangkogabwilhan III Letjen TNI Bambang Trisnohadi bersama personel TNI memantau situasi keamanan di salah satu bandara perintis di wilayah Papua. (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Pangkogabwilhan III Letjen TNI Bambang Trisnohadi bersama personel TNI memantau situasi keamanan di salah satu bandara perintis di wilayah Papua. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

“Syukur alhamdulillah, pasukan TNI telah berada di seluruh bandara perintis dan memulihkan kondusivitas di tiga wilayah Papua, yakni Papua Pegunungan, Papua Selatan, dan Papua Tengah, yang sebelumnya ditutup oleh Kementerian Perhubungan pada 16 Februari lalu,” ujar Bambang dalam keterangannya di Jakarta.

Adapun 11 bandara yang kini dalam penjagaan ketat meliputi Lapter Iwur, Teiraplu, dan Aboy di Papua Pegunungan; Lapter Korowai Batu Bomakia, Yaniruma, dan Manggelum di Papua Selatan; serta Lapter Beoga, Dagai, Fawi, dan Kapiraya di Papua Tengah.

Baca Juga: Kemhan Pilih Skema Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi untuk Perkuat TNI AL

Selain penjagaan area, unsur Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) TNI Angkatan Udara juga dikerahkan untuk membantu fungsi pengaturan Air Traffic Controller (ATC).

Pemulihan keamanan ini menjadi krusial mengingat bandara perintis merupakan urat nadi kehidupan masyarakat pedalaman Papua untuk distribusi logistik, layanan kesehatan, dan akses pendidikan.

Sebelumnya, eskalasi konflik meningkat setelah insiden penembakan pada 11 Februari 2026 yang menyebabkan pilot dan kopilot pesawat PT Smart Cakrawala Aviation meninggal dunia.

Letjen TNI Bambang Trisnohadi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga infrastruktur vital ini sebagai simbol kedaulatan dan kemajuan di Bumi Cenderawasih.

Penjagaan ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi maskapai penerbangan untuk kembali melayani mobilitas warga di wilayah rawan tersebut.

(FR)