Meski hanya lewat layar, melihat wajah orang tua dan mendengar tawa mereka bisa memberikan suntikan semangat untuk menjalani puasa seharian penuh.
4. Tarawih Berjamaah di Masjid Terdekat
Jangan biarkan dirimu terkurung di dalam kamar.
Keluarlah dan ikuti salat Tarawih berjamaah di masjid terdekat.
Selain mendapatkan pahala, kamu bisa berinteraksi dengan warga sekitar.
Lingkungan masjid yang positif akan membantumu merasa menjadi bagian dari komunitas lokal di perantauan.
5. Mengikuti Agenda Buka Puasa Bersama
Ajaklah teman kuliah, rekan kerja, atau sesama anak rantau untuk melakukan bukber alias buka puasa bersama.
Berbagi cerita tentang pengalaman merantau sambil menikmati hidangan berbuka bisa menciptakan ikatan persaudaraan baru yang membuatmu merasa tidak sendirian.
6. Fokus pada Pengembangan Diri
Gunakan waktu luang selama Ramadhan untuk melakukan hal-hal produktif.
Kamu bisa membaca buku, mengikuti workshop daring, atau memperdalam ilmu agama.
Fokus pada self-improvement akan membuat waktumu terasa berjalan lebih cepat dan bermakna.
Merantau adalah fase pendewasaan diri.
Meski rindu keluarga adalah hal yang wajar, pastikan semangat ibadahmu tetap terjaga di mana pun kamu berada. Tetap semangat, ya!
Baca Juga: Lebih dari Sekadar Takjil, Ini 4 Manfaat Kurma untuk Kesehatan yang Luar Biasa
(Mira)
















