Safari Ramadan, Wali Kota Pontianak Serap Aspirasi Warga dari Masjid ke Masjid

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mendengarkan aspirasi warga secara langsung dalam kegiatan Safari Ramadan usai salat Subuh di Masjid Assalam Pal V. (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mendengarkan aspirasi warga secara langsung dalam kegiatan Safari Ramadan usai salat Subuh di Masjid Assalam Pal V. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, PONTIANAKPemerintah Kota Pontianak menjadikan rangkaian Safari Ramadan sebagai momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus menyerap langsung aspirasi warga terkait pembangunan usai salat Subuh berjemaah di Masjid Assalam Pal V, Pontianak Barat, Kamis (26/2/2026).

Baca Juga: Buka Festival Cap Go Meh Pontianak, Edi Angkat Simbol Toleransi di Tengah Ramadan

Diskusi dua arah yang berlangsung di dalam rumah ibadah tersebut awalnya diwarnai keraguan dari para jemaah.

Namun, suasana lekas mencair saat warga mulai berani menyampaikan pandangannya seputar infrastruktur jalan, penerangan, hingga harapan menjadikan kawasan Sungai Jawi sebagai pusat kegiatan masyarakat.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang dialog terbuka antara pemerintah dan warganya.

Melalui Safari Ramadan, Pemkot ingin memastikan bahwa kebijakan dan program pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di tingkat lingkungan.

“Safari Ramadan bertujuan untuk bersilaturahmi dengan jemaah masjid dan kita lebih banyak mendengar apa yang menjadi keluhan masyarakat di sekitar masjid. Selain itu, kita juga menyampaikan program-program pemerintah yang sudah, sedang maupun akan kita lanjutkan,” ujarnya.

Menurut Edi, masjid memiliki peran strategis dalam kehidupan masyarakat Pontianak.

Dari total 347 masjid yang tersebar di seluruh penjuru kota, fungsi masjid didorong untuk tidak sekadar menjadi tempat ibadah, tetapi juga pendorong pertumbuhan sosial dan ekonomi.

Baca Juga: Mahasiswi Rantau Asal Natuna Jalani Ramadhan Perdana di Perantauan

“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat pertumbuhan perekonomian dan sosial, serta memberikan aura positif bagi lingkungan sekitarnya,” katanya.

Dalam kesempatan dialog langsung tersebut, Edi juga mengajak warga untuk memaknai bulan suci secara bijak, terutama dalam mengelola ekonomi rumah tangga.

Ia mengingatkan agar masyarakat tidak berbelanja secara berlebihan.