Merias diri menjelang pernikahan bagi masyarakat pesisir seperti di Pontianak dan Sambas tidak sekadar perawatan wajah biasa.
Calon pengantin wanita umumnya akan menjalani ritual betangas atau mandi uap tradisional sekitar satu minggu sebelum acara.
Tujuannya agar tubuh lebih harum dan menekan produksi keringat berlebih saat memakai pakaian adat yang tebal.
Setelah itu, ada juga tradisi netek gigi yaitu mencukur rambut halus dan meratakan gigi agar senyum pengantin tampak lebih memukau.
4. Menjalani Masa Percobaan Lewat Nangkong
Suku Dayak di Kalimantan Barat memiliki tradisi yang sangat rasional namun unik bernama nangkong atau nyorang.
Sebelum resmi diikat dalam janji pernikahan, calon menantu akan diundang untuk tinggal bersama calon mertuanya selama beberapa waktu.
Ini adalah fase pendekatan di mana kedua belah pihak bisa saling menilai karakter, kebiasaan sehari-hari, hingga etos kerja.
Sebuah cara yang cerdas agar tidak ada penyesalan setelah pernikahan dilangsungkan.
5. Ngaru Burung pada Suku Dayak Lundayeh
Bagi masyarakat subsuku Dayak Lundayeh, salah satu rangkaian penting menjelang pernikahan adalah tradisi ngaru burung atau prosesi menyusun kayu api yang dilakukan oleh pihak keluarga pria.
Begitu susunan kayu berdiri kokoh, penyerahan mas kawin pun dilakukan persis di dekatnya.
Momen ini dilanjutkan dengan acara yang sangat hangat, di mana para tetua adat akan saling menyuapkan lemek berek (lemak babi) panjang sebagai simbol bahwa dua keluarga besar kini telah resmi bersatu dalam keakraban.
Melihat indahnya keberagaman tradisi di atas, rasanya kita patut bangga dengan kekayaan warisan budaya lokal. Kira-kira, mana tradisi yang paling menarik perhatianmu?
Baca Juga: Megawati Hangestri dan Dio Novandra Wibawa Akan Menikah, Disiarkan Langsung di YouTube
(Mira)
















