Mahasiswi Rantau Asal Natuna Jalani Ramadhan Perdana di Perantauan

"Dahlia, mahasiswi asal Natuna di Untan Pontianak, membagikan pengalamannya menjalani ibadah Ramadhan jauh dari keluarga, mulai dari urusan sahur hingga kendala transportasi ke masjid. "
Dahlia, mahasiswi asal Natuna di Untan Pontianak, membagikan pengalamannya menjalani ibadah Ramadhan jauh dari keluarga, mulai dari urusan sahur hingga kendala transportasi ke masjid. (Dok. Mira/Faktakalbar.id)

Dahlia mengaku intensitas ibadahnya di masjid menurun drastis dibanding saat berada di kampung halaman karena kendala transportasi.

“Ini terawih juga beda. Biasanya aku tuh kalau di kampung nggak bisa ketinggalan terawih. Pergi aja, kayak rugi nggak pergi. Cuma kalau udah jadi anak rantau, untuk Ramadhan kali ini cuma satu kali baru pergi. Soalnya kehalang itu juga sih, motor juga nggak ada. Soalnya masjidnya juga jauh dari kos. Jadi mau nggak mau, ya nggak terawih,” tuturnya.

Ia sempat mengandalkan rekannya untuk pergi ke masjid, namun hal itu tidak selalu bisa dilakukan.

“Sama Kak Adel, Kak Adel lagi halangan, jadi nggak terawih,” imbuhnya.

Meski harus menghadapi berbagai keterbatasan sebagai anak kos, Dahlia menargetkan diri untuk tetap bisa pulang ke kampung halaman saat Idulfitri nanti.

Ia juga memberikan semangat kepada sesama pejuang pendidikan yang sedang merantau.

“Insya Allah sih balik (lebaran). Untuk semua anak rantau yang sedang berantau, tetap semangat sih. Puasanya meskipun kita jauh dari orang tua,” pungkasnya.

Baca Juga: Tak Lengkap Tanpa Kurma: Mengapa Buah Ini Begitu Identik dengan Bulan Ramadhan?

(Mira)