Kepala BNPB Wajibkan Jaringan Pipa Air Bersih Berfungsi di Seluruh Huntara Aceh

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, (kemeja hijau dan rompi hijau) saat menyapa dan menyerahkan bantuan bahan kebutuhan pokok kepada warga yang tinggal di hunian sementara (huntara) Pulo Tiga, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, pada Rabu (25/2) siang.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, (kemeja hijau dan rompi hijau) saat menyapa dan menyerahkan bantuan bahan kebutuhan pokok kepada warga yang tinggal di hunian sementara (huntara) Pulo Tiga, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, pada Rabu (25/2) siang. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

“Percepat pemenuhan kebutuhan mendesak, termasuk penyediaan suplai air bersih melalui jaringan pipa yang terhubung langsung ke fasilitas penampungan air di lokasi huntara,” kata dia.

Guna memastikan seluruh instruksi berjalan lancar di lapangan, Suharyanto beserta jajaran pimpinan pusat BNPB dijadwalkan akan melanjutkan agenda peninjauan dalam beberapa hari ke depan.

Rombongan juga akan mendistribusikan bantuan logistik tambahan khusus untuk ibadah puasa kepada sejumlah penghuni huntara yang tersebar di wilayah Provinsi Aceh.

Lokasi sasaran distribusi logistik dan peninjauan ini antara lain meliputi Kabupaten Aceh Tamiang, Kabupaten Aceh Timur, Kabupaten Aceh Utara, hingga Kota Langsa.

Berdasarkan data mutakhir dari Posko Satgas PRR wilayah Aceh, pemerintah tercatat telah mendirikan sebanyak 8.562 unit rumah huntara hingga dasarian kedua bulan Februari 2026 di provinsi tersebut. Fasilitas huntara di Pulo Tiga sendiri merupakan bentuk respons cepat penanganan kebencanaan yang dibangun oleh BNPB.

Baca Juga: Pembangunan 1.500 Huntara Korban Banjir di Desa Sahraja Aceh Timur Dimulai

Fasilitas ini sejatinya telah dilengkapi dengan berbagai sarana pendukung dasar, mulai dari sumur, kamar mandi, WC, dapur, hingga kelistrikan. Terhubungnya jaringan pipa air bersih secara optimal akan menyempurnakan kelayakan fasilitas tersebut.

Laporan resmi BNPB mencatat bahwa saat ini terdapat 30 kepala keluarga (KK) yang menghuni fasilitas huntara di kawasan Pulo Tiga. Lokasi ini telah mulai dimanfaatkan secara aktif oleh warga dalam sepekan terakhir, menyusul operasional 1.295 unit huntara lainnya yang tersebar di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang.

Para pengungsi yang kini menempati huntara Pulo Tiga merupakan warga yang berasal dari Dusun Tempel, Kecamatan Tamiang Hulu. Pemerintah terpaksa merelokasi warga dari kampung halaman mereka lantaran rumah tinggal yang lama telah hancur total akibat terjangan bencana banjir bandang pada akhir November 2025 silam.

(*Red)