Faktakalbar.id, BALI – Bencana banjir di Provinsi Bali menerjang tiga wilayah utama, yakni Kabupaten Tabanan, Kota Denpasar, dan Kabupaten Badung, pada Selasa (24/2).
Peristiwa hidrometeorologi ini terjadi setelah curah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur sejumlah daerah di Pulau Dewata.
Baca Juga: Rentetan Bencana Banjir dan Longsor Landa NTB hingga Jawa, Ini Laporan BNPB
Berdasarkan laporan resmi yang dihimpun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dampak genangan air di Kabupaten Tabanan terpusat di Kelurahan Kediri, Kecamatan Kediri.
Di wilayah tersebut, sebanyak tiga kepala keluarga (KK) atau sekitar 20 jiwa dilaporkan terdampak langsung oleh limpasan air. Saat ini, proses pendataan lebih lanjut masih terus dilakukan oleh petugas penanggulangan bencana di lapangan.
Sementara itu, sebaran genangan air di Kota Denpasar mencakup cakupan wilayah yang lebih luas. Banjir dilaporkan merendam empat area kecamatan sekaligus, yaitu Kecamatan Denpasar Timur, Denpasar Utara, Denpasar Selatan, dan Denpasar Barat.
Hingga berita ini diturunkan, jumlah pasti korban maupun warga terdampak di ibu kota provinsi tersebut masih dalam tahap pendataan komprehensif oleh tim reaksi cepat.
Di wilayah Kabupaten Badung, terjangan genangan air menyasar kawasan padat penduduk dan pusat pariwisata.
Banjir dilaporkan terjadi di Kecamatan Kuta, yang secara spesifik meliputi Kelurahan Seminyak dan Kelurahan Legian, serta menjangkau wilayah Kecamatan Kuta Selatan, tepatnya di Kelurahan Jimbaran.
Sama halnya dengan Denpasar, data terperinci mengenai warga terdampak di kabupaten ini juga masih dalam tahap pemutakhiran oleh petugas.
















